2025-11-06
Upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian hutan membutuhkan peran aktif berbagai pihak, salah satunya penyuluh kehutanan. Kisah sukses datang dari Farida Nur Hidayah, S.P., seorang penyuluh kehutanan yang berhasil memfasilitasi penerapan Agroforestri Pangan dan Energi (FAPE) melalui pendampingan intensif kepada masyarakat.
Bersama pemerintah, Farida mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan melalui pola tanam terpadu yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan energi. Salah satu kelompok yang berhasil didampingi adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Widodaren Makmur di Desa Widodaren.
Pendampingan Agroforestri Terpadu
Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Secara umum, maksud dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada KTH dalam pelaksanaan agroforestri terpadu.
Adapun tujuan yang ingin dicapai meliputi:
Meningkatkan produktivitas lahan melalui sistem agroforestri
Mendukung ketahanan pangan dan energi
Meningkatkan pendapatan masyarakat
Meningkatkan kapasitas kelompok dalam pengelolaan usaha tani terpadu
Tahapan Pendampingan
Pendampingan yang dilakukan oleh Farida tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan dan terstruktur, meliputi:
Sosialisasi dan perencanaan kegiatan
Penataan pola tanam agroforestri
Penanaman tanaman kehutanan dan pertanian
Pemeliharaan tanaman
Monitoring dan evaluasi
Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga memahami konsep dan manfaat agroforestri secara menyeluruh.
Pola Agroforestri yang Dikembangkan
Sistem agroforestri yang diterapkan di KTH Widodaren Makmur menggunakan pola campuran dengan komoditas utama:
Tanaman kehutanan: sengon
Tanaman buah: alpukat
Tanaman pangan: jagung
Pola tanam dirancang dengan pengaturan jarak tanam yang tepat guna memaksimalkan pemanfaatan ruang tumbuh dan cahaya matahari, sehingga setiap komoditas dapat berkembang secara optimal tanpa saling mengganggu.
Dampak dan Keberhasilan
Pendampingan yang dilakukan Farida Nur Hidayah, S.P. telah memberikan dampak nyata. Lahan hutan yang sebelumnya gundul berhasil direhabilitasi melalui kegiatan reboisasi berbasis agroforestri. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi dan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Perubahan pola pikir masyarakat menjadi salah satu capaian penting, di mana mereka kini tidak hanya memanfaatkan hutan untuk kebutuhan ekonomi, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga keberlanjutannya.
Penutup
Kisah sukses ini menjadi bukti bahwa peran penyuluh kehutanan sangat strategis dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan agroforestri terpadu, Farida Nur Hidayah, S.P. tidak hanya berhasil meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.
Model pendampingan seperti ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai solusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.